Di usia senjanya, Ibu Adeyati seharusnya sudah bisa beristirahat dengan tenang. Namun, kenyataan berkata lain. Di kantin SLB Chahya Putra, ia masih setia berdiri di balik meja sederhana, menjajakan makanan ringan demi menyambung hidup anak dan empat orang cucunya.
Kondisi tempat berjualan Ibu Adeyati saat ini sangat terbatas dan seadanya. Padahal, warung inilah satu-satunya tumpuan harapan bagi Rindu, cucunya yang merupakan siswa berkebutuhan khusus, agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Dengan tidak adanya nafkah dari sang ayah, Ibu Adeyati harus memutar otak bagaimana agar modal yang pas-pasan bisa mencukupi kebutuhan perut dan biaya pendidikan cucunya. 
Kami mengajak Bapak/Ibu dan Sahabat sekalian untuk membantu memuliakan masa tua Ibu Adeyati melalui pembangunan atau renovasi warung yang lebih layak.
Dengan warung yang lebih permanen, bersih, dan inventaris yang lengkap, Ibu Adeyati dapat:
- Berjualan dengan lebih nyaman dan higienis.
- Menyediakan variasi dagangan yang lebih banyak untuk meningkatkan penghasilan.
- Memiliki tabungan yang cukup untuk menjamin biaya sekolah Rindu hingga jenjang yang lebih tinggi.
Donasi yang terkumpul akan dialokasikan untuk:
- Pembangunan/Renovasi fisik warung agar lebih kokoh dan layak.
- Pengadaan sarana usaha (etalase, meja, kursi, dan peralatan masak).
- Pemberian modal usaha awal untuk stok barang dagangan.

"Sedekah paling utama adalah yang berkelanjutan." Mari kita bantu Ibu Adeyati berdaya di atas kakinya sendiri. Bantuan Anda bukan sekadar donasi, melainkan investasi untuk senyum dan masa depan anak-anak yatim/piatu yang ia asuh.
Klik "Donasi Sekarang" untuk bantu wujudkan warung impian Ibu Adeyati.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!