ILOVEZAKAT.ID, PURWAKARTA-- Pada Hari Kamis (05/12), Laznas PYI Yatim dan Zakat bersama KUA Kecamatan Darangdan mengadakan rapat perencanaan implementasi Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU). Di Kantor KUA Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Rapat ini bertujuan menyusun strategi pelaksanaan program yang menyasar pemberdayaan ekonomi UMKM di wilayah Darangdan.
Rapat dihadiri oleh Direktur Laznas PYI, Irawan; Kepala KUA Darangdan, Agus Sugiri; serta Novie Astianti, Koordinator Penerima Manfaat Program KUA PEU. Dalam sambutannya, Irawan menekankan pentingnya kolaborasi antara Laznas PYI dan KUA untuk memastikan program dapat terealisasi sebelum pertengahan Desember.
“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kelas UMKM di Darangdan, khususnya mereka yang bergerak di sektor produksi lokal,” ujar Irawan. Ia juga menjelaskan bahwa program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) yang diinisiasi Kementerian Agama ini ditargetkan kepada UMKM, petani. Dan peternak dhuafa, dengan prioritas usia produktif di bawah 45 tahun.
Diskusi dalam rapat menghasilkan keputusan bahwa program di wilayah Darangdan akan difokuskan pada sektor UMKM, terutama yang memproduksi produk khas lokal. Setelah rapat, tim PYI bersama tim KUA dan Novie Astianti mengunjungi empat calon penerima manfaat. Dari hasil kunjungan, tiga usaha dinyatakan layak menerima manfaat, yaitu:
Dalam seleksi penerima manfaat, faktor yang dinilai meliputi omset, profit, beban keluarga, serta kebutuhan pengembangan usaha, seperti pemasaran atau permodalan.
“Kami menemukan beberapa keunikan dari permasalahan calon penerima manfaat. Ada yang memerlukan suntikan modal untuk meningkatkan produksi. Dan ada yang membutuhkan edukasi terkait pemasaran serta pengemasan produk agar lebih kompetitif,” jelas Irawan.
Melalui program ini, Laznas PYI dan KUA Darangdan berharap dapat mendukung UMKM lokal untuk berkembang dan menjadi roda penggerak ekonomi di wilayahnya.
Penulis: Public Relation PYI
Tags:
DarangdanBangkit
KolaborasiPYIKUA
KuatkanEkonomiLokal
PemberdayaanEkonomiUmat