Fidyah merupakan bentuk santunan yang wajib diberikan oleh umat Islam kepada mereka yang tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadhan karena alasan yang sah. Fidiya biasanya diberikan dalam bentuk pemberian makan kepada orang miskin.
Meski kelihatannya sederhana, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami terkait batasan, pembayaran, dan penerima fidyah. Mari simak panduan lengkap batasan, pembayaran dan penerima fidyah.
Fidyah diwajibkan bagi orang yang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan yang sah, seperti sakit yang berkepanjangan, usia lanjut, atau kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk berpuasa. Seseorang yang dapat berpuasa, namun memilih untuk tidak menjalankannya tanpa alasan yang sah, tidak diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah.
Pemberian fidyah yakni satu kali makan. Makanan yang diberikan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan makan seseorang, yang setara dengan harga makanan pokok di daerah tersebut. Hutang Puasa ini bisa diberikan dalam bentuk makanan langsung, atau bisa juga dalam bentuk uang yang setara dengan nilai makanan tersebut, sesuai dengan kesepakatan dengan pihak yang berhak menerima.
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada kemampuan dan kesepakatan. Ada dua opsi utama dalam pembayaran fidyah:
Jika memungkinkan, seseorang yang diwajibkan fidyah dapat memberikan makanan langsung kepada orang miskin. Setiap puasa yang ditinggalkan, memberi satu orang miskin makanan yang cukup. Ini adalah bentuk pembayaran yang paling tradisional.
Apabila memberikan makanan secara langsung sulit dilakukan, fidyah bisa dibayar dalam bentuk uang, yang jumlahnya setara dengan harga makanan yang seharusnya diberikan.
Pembayaran fidyah sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah seseorang menyadari bahwa mereka tidak dapat berpuasa. Walaupun pembayaran bisa dilakukan sebelum atau setelah Ramadan, lebih baik dilakukan segera agar tidak menunda kewajiban.
BACA JUGA:
Kapan dan Bagaimana Membayar Fidyah yang Tepat Menurut Islam?
Penerima fidyah adalah orang yang berhak menerima bantuan berupa makanan atau uang sebagai pengganti puasa yang tidak dilaksanakan. Penerima diutamakan orang miskin yang membutuhkan bantuan.
Dalam praktiknya, fidyah biasanya diberikan kepada mereka yang hidup dalam keadaan kekurangan dan tidak memiliki cukup penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di banyak negara, lembaga sosial atau panti asuhan yang menampung anak-anak yatim juga sering menjadi penerima fidyah. Fidyah yang disalurkan melalui lembaga ini akan membantu memastikan bahwa anak-anak yatim mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan memberikan makanan atau uang yang setara dengan harga makanan, dan penerimanya adalah orang miskin atau lembaga sosial yang menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan.
Mari kita berupaya untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti anak-anak yatim, dengan berdonasi melalui Panti Yatim Indonesia (PYI). Dengan sedekah, kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.
Penulis: Public Relation PYI
Tags:
BayarFidayah
BesaranFidyah
BesaranHutangPuasa
FidyahOnline